Bagus Abdillah Seseorang blogger yang suka menulis dan senang berbagi seputaran Teknologi digital!

Jazakallah Khairan

2 min read

Sebagai umat muslim, tentunya kita wajib untuk selalu berbuat kebaikan, baik secara fisik maupun secara lisan contohnya hanya dengan mengucapkan “Jazakallah Khairan Katsiran” atau “Jazakallah Khairan“.

Tujuan untuk mengucapkan “Jazakallahu Khairan” ini, biasanya dilontarkan apabila kita sedang mendapatkan sebuah kebaikan yang telah diterima dari orang lain.

Apabila kita lihat dari sisi lain, ucapan jazakallahu khairan adalah salah satu bentuk untuk merasa bersyukur kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW juga telah menetapkan bahwa ucapan seperti ini adalah sebagai bentuk pujian saat mendapatkan sebuah kebaikan.

Untuk dapat mengetahui lebih jelasnya mengenai Jazakallahu Khairan dan bagaimana cara kita menjawabnya ketika mendapatkan ucapan tersebut, simak terus ulasan berikut ini.

Arti Dari Jazakallahu Khairan Katsiran

jazakallah khairan katsiiraa artinya

Untuk ucapan Jazakallah Khairan Katsiran adalah sebuah kata yang di ambil dari bahasa arab yang mana jika ucapan ini diartikan ke dalam bahasa indonesia maka memiliki arti: “Semoga Allah membalas kalian dengan kebaikan yang banyak.”

Sedangkan untuk menjawab ucapan ini, beberapa ulama sudah memutuskan untuk menjawabnya dengan lafaz:

( وجزاكم الله خيرا) “Wajazakallahu khairan.”

Yang memiliki arti “Dan semoga Allah membalas juga dengan kebaikan

Sebenarnya terdapat tiga cara yang bisa kalian lakukan untuk mengucapkan jazakallahu khairan dan ketiga ucapan tersebut telah disesuaikan dengan siapa penerimannya, contohnya kepada laki-laki, perempuan, dan bagi orang banyak.

Kepada laki-laki: “Jazakallahu Khairan” yang artinya “Semoga Allah Membalasmu Dengan Kebaikan“.

Kepada perempuan:Jazakillahu Khairan” yang artinya “Semoga Allah membalasmu Dengan Kebaikan

Kepada orang banyak:Jazakumullahu Khairan” yang artinya “Semoga Allah Membalasmu Dengan Kebaikan”

Jazakallahu Khairan Adalah Ucapan Terima Kasih

keutamaan membaca Jazakallah Khairan

Seperti yang sudah dijelaskan dalam kutipan di atas, bahwasannya ucapan ini dapat kita berikan kepada orang lain yang telah membuat kebaikan atau membantu kita dalam hal urusan apapun.

Seperti kebanyakan orang termasuk diri saya sendiri, untuk mengucapkan kata terima kasih seperti ini saja rasanya sangtalh sulit, padahal itu sama saja bahwa kita tidak pernah merasa bersyukur atas apa yang telah Allah SWT berikan.

Anjuran bagi kaum muslimin dalam hal membalas kebaikan yang telah diberikan oleh orang lain juga sebenarnya telah dibahas dalam sebuah hadist Bukhari:

مَنْ صُنِعَ إِلَيْهِ مَعْرْوُفٌ فَلْيُجْزِئْهُ، فَإِنْ لَمْ يُجْزِئْهُ فَلْيُثْنِ عَلَيْهِ؛ فَإِنَّهُ إِذَا أَثْنَى عَلَيْهِ فَقَدْ شَكَرَهُ، وَإِنْ كَتَمَهُ فَقَدْ كَفَرَهُ، وَمَنْ تَحَلَّى بَمَا لَمْ يُعْطَ،

فَكَأَنَّمَا لَبِسَ ثَوْبَيْ زُوْرٍ

Yang Artinya:Siapa yang memperoleh kebaikan dari orang lain, hendaknya dia membalasnya. Jika tidak menemukan sesuatu untuk membalasnya, hendaklah dia memuji orang tersebut, karena jika dia memujinya maka dia telah mensyukurinya.

Jika dia menyembunyikannya, berarti dia telah mengingkari kebaikannya. Seorang yang berhias terhadap suatu (kebaikan) yang tidak dia kerjakan atau miliki, seakan-akan ia memakai dua helai pakaian kepalsuan.” (HR. Bukhari)

Baca Juga: Arti Bismillahirrahmanirrahim

Membalas Sebuah Kebaikan Dengan Cara Lain

Sebenarnya umat muslim juga bisa membalaskan sebuah kebaikan yang telah diberikan oleh orang lain, dengan cara melakukan hal lain untuk membalas semua kebaikan yang telah diberikannya. Contohnya sebagai berikut:

Membalasnya Dengan Kebaikan Lain

jawaban jazakallah khairan katsiran

Karena seperti yang sudah di katakan dan dianjurkan oleh junjungan kita Rasulullah SAW, agar umatnya selalu senantiasa untuk mengingat kebaikan orang dan jangan pernah untuk melupakannya.

Tentunya kebaikan ini juga harus disesuaikan dengan kondisi dan kemampuanya masing-masing, contohnya memberikan makanan, memberikan pertolongan, mmberikan sebuah barang dan lain sebagainya.

Memberikan Pujian

memberikan pujian kepada orang yang memberi

Membalas kebaikan yang sudah diberikan oleh orang lain memanglah sebuah keharusan yang harus segera dikerjakan, namun apabila kita tidak mampu untuk membalas kebaikannya dengan cara yang setimpal, mungkin hanya sekedar pujian saja sudah cukup.

Hal seperti ini juga sebenarnya sudah dibahas dalam sebuah hadist yang berbunyi:

عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « مَنْ أَتَى إِلَيْهِ مَعْرُوفٌ فَلْيُكَافِئْ بِهِ وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَلْيَذْكُرْهُ فَمَنْ ذَكَرَهُ فَقَدْ

شَكَرَهُ وَمَنْ تَشَبَّعَ بِمَا لَمْ يَنَلْ فَهُوَ كَلاَبِسِ ثَوْبَىْ زُورٍ ».

Yang artinya: “Aisyah radhiyallahu ‘anha, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang diberikan kepadanya sebuah kebaikan, hendaklah ia membalasnya dan barangsiapa yang tidak sanggup maka sebutlah (kebaikan)nya, dan barangsiapa yang menyebut (kebaikan)nya, maka sungguh ia telah bersyukur kepadanya dan barangsiapa yang puas dengan sesuatu yang tidak ia miliki, maka ia seperti seorang yang memakai pakaian palsu.

HR. Ahmad dan dihasankan oleh Al Albani di dalam kitab Shahih At Taghib Wa At Tarhib, no 974.

Mendoakannya

mendoakan orang yang berbuat baik

Membalas sebuah kebaikan seseorang yang telah diberikan kepada diri kita, tentu saja bisa kita balas walupun hanya sekedar lewat doa atau mendoakannya saja.

Hal seperti ini juga sebenarnya sudah dibahas dalam sebuah hadist yang berbunyi:

وَعَنْ اِبْنِ عُمَرَ -رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا- قَالَ: عَنِ النَّبِيِّ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ: – مِنْ اسْتَعَاذَكُمْ بِاَللَّهِ فَأَعِيذُوهُ, وَمَنْ سَأَلَكُمْ بِاَللَّهِ

فَأَعْطُوهُ, وَمَنْ أَتَى إِلَيْكُمْ مَعْرُوفًا فَكَافِئُوهُ, فَإِنْ لَمْ تَجِدُوا, فَادْعُوا لَهُ – أَخْرَجَهُ اَلْبَيْهَقِيُّ.

Yang artinya: Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa meminta perlindungan kepadamu dengan nama Allah, lindungilah dia; barangsiapa meminta sesuatu kepadamu dengan nama Allah, berilah dia; barangsiapa berbuat baik kepadamu, balaslah dia, jika engkau tidak mampu, berdoalah untuknya.” (Diriwayatkan oleh Al-Baihaqi)

Akhir Kata

Mungkin hanya itu saja pembahasan singkat yang Mudikbumn.co.id bisa berikan, dan semoga saja kalian semua bisa mengmbil hikmah yang terkandung di dalam artikel ini, terimakasih.

Bagus Abdillah Seseorang blogger yang suka menulis dan senang berbagi seputaran Teknologi digital!